Produk laris sering menjadi incaran para peniru alias penjiplak. Supaya penggemarnya tak kecewa, Sarung BHS kini telah dilengkapi dengan nomor barcode. Teknologi itu fungsinya untuk membuktikan kualitas keaslian sarung BHS yang dibelinya. 

"Untuk proses pengecekan kualitas keasliannya sendiri, bisa dicek nomor barcode-nya melalui email info@sarungbhs.co.id atau sarungbhs.official@gmail.com," kata Haikal Bahasuan, Direktur Marketing PT Behaestex.

Untuk lebih mempermudah masyarakat mendapatkan sarung idamannya, kini Sarung BHS bisa didapatkan di berbagai marketplace Indonesia. Mulai dari Shopee, Tokopedia, Blibi.com, Lazada, Bukalapak, dan Sarung Indonesia.

Sarung merupakan salah satu busana yang biasa digunakan untuk kegiatan beribadah. Bahkan di beberapa kalangan komunitas masyarakat, fungsi sarung tidak hanya digunakan untuk kegiatan beribadah, tetapi digunakan untuk acara adat, bersantai, bahkan acara sakral dalam pernikahan.

Ya, sarung memang memiliki keistimewaan bagi masyarakat Indonesia. Terlebih untuk kategori sarung tenun yang memiliki kemewahan dan keunikannya tersendiri. Keunikannya dinilai dari beberapa komponen seperti mutu bahan, pola, kaya motif, tata warna, serta komponen lainnya.

Nah salah satu sarung tenun buatan tangan perajin dalam negeri yang terkenal akan kualitas premiumnya adalah Sarung BHS. Sejak 1953 sarung mereka telah berpengalaman sebagai produk sarung premium Bahkan diklaim kualitas sarung lokal ini telah diakui kualitasnya tak hanya di pasar nasional, tapi sampai pasar internasional.

Produk Sarung BHS ini memiliki beberapa kelas yang akan membedakannya. Antara lain, ada Masterpiece, Signature, Royal, Excellent dan Classic. Dari kelima kelas ini, terbagi lagi dalam proses teknik pembuatannya. Ada yang menggunakan teknik tenun ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) dan ada yang ditenun dengan perpaduan seni dan teknologi modern.

Adapun Sarung BHS yang ditenun tangan (ATBM) adalah Sarung BHS kelas Masterpiece, Signature dan Royal. Motif sarung dihasilkan dari kombinasi bahan Premium Cotton Mercerized, serta tumpal letter BHS mendatar dengan benang songketan, menghasilkan motif yang unik dan membentuk pola berulang dalam sebuah sarung.

Beberapa kelas produk Sarung BHS ini menentukan perbedaan harga hingga tingkat kerumitan motifnya. Waktu produksinya antara satu hingga dua bulan tergantung tingkat kerumitan motifnya.

"Semakin rumit motifnya, tentu membutuhkan waktu yang relatif yang lebih lama dan butuh keterampilan khusus. Namun, desain motif yang rumit mempunyai daya tarik seninya tersendiri dan menambah nilai dari sarung tersebut,” papar Haikal Bahasuan.

 

Artikel ini dimuat di https://autotekno.sindonews.com/read/183174/184/teknologi-barcode-digunakan-untuk-melindungi-hak-cipta-sarung-tenun-1601575855