Mengenal Muktamar Nahdlatul Ulama
Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) merupakan forum permusyawaratan tertinggi dalam organisasi Nahdlatul Ulama, salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia yang memiliki jaringan hingga berbagai penjuru dunia. Muktamar menjadi ruang penting bagi para ulama, pengurus, dan warga Nahdliyin untuk berkumpul, bermusyawarah, serta membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan perjalanan organisasi dan kehidupan masyarakat.
Secara bahasa, kata muktamar berasal dari bahasa Arab yang bermakna konferensi, kongres, atau pertemuan besar. Dalam perjalanan Nahdlatul Ulama, Muktamar memiliki kedudukan yang lebih dari sekadar pertemuan organisasi. Forum ini menjadi bagian penting dari tradisi musyawarah yang telah mengakar dalam kehidupan NU sejak awal berdirinya.
Muktamar menjadi momentum untuk menyatukan pandangan, memperkuat silaturahmi, melakukan regenerasi kepemimpinan, serta menentukan arah perjalanan organisasi dalam menghadapi berbagai perubahan zaman.
Muktamar sebagai Ruang Musyawarah dan Penentu Arah NU
Sebagai forum tertinggi organisasi, Muktamar memiliki sejumlah agenda penting yang menjadi bagian dari perjalanan Nahdlatul Ulama.
Salah satunya adalah suksesi kepemimpinan organisasi. Dalam Muktamar, dilakukan proses penetapan kepemimpinan NU untuk masa khidmah berikutnya, termasuk Rais Aam yang memimpin jajaran Syuriyah dan Ketua Umum yang memimpin jajaran Tanfidziyah.
Selain kepemimpinan, Muktamar juga menjadi ruang untuk membahas dan menentukan berbagai kebijakan serta arah gerak organisasi. Para peserta yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia hingga jaringan NU di luar negeri membawa gagasan, pandangan, dan aspirasi untuk dibahas melalui semangat musyawarah.
Muktamar juga menjadi ruang penting bagi tradisi keilmuan NU melalui Bahtsul Masail, yaitu forum pembahasan berbagai persoalan keagamaan dan kehidupan masyarakat. Berbagai persoalan kontemporer dikaji dengan pendekatan keilmuan dan tradisi keislaman yang menjadi bagian dari karakter Nahdlatul Ulama.
Di luar agenda resmi organisasi, Muktamar juga menjadi ruang silaturahmi akbar. Pertemuan tersebut mempertemukan masyarakat dari berbagai daerah dan latar belakang, sekaligus menghadirkan semangat kebersamaan yang menjadi salah satu kekuatan besar Nahdlatul Ulama.
Dengan demikian, Muktamar bukan hanya tentang rapat dan pengambilan keputusan. Ia merupakan pertemuan besar yang mempertemukan gagasan, tradisi, keilmuan, kebudayaan, dan masyarakat dalam satu momentum.
Muktamar NU ke-35 di Jombang
Setiap penyelenggaraan Muktamar memiliki cerita dan tempatnya sendiri. Pada tahun 2026, perjalanan tersebut berlanjut melalui Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Pemilihan Jombang sebagai tempat penyelenggaraan memiliki nuansa tersendiri. Jombang dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki akar kuat dalam tradisi pesantren dan perjalanan Nahdlatul Ulama. Kehadiran Muktamar di lingkungan pesantren menghadirkan suasana yang erat dengan tradisi keilmuan, pendidikan, dan kehidupan masyarakat yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan NU.
Muktamar NU ke-35 menjadi momentum yang mempertemukan berbagai elemen Nahdlatul Ulama dalam satu ruang kebersamaan. Para ulama, pengurus, peserta, dan masyarakat dari berbagai daerah hadir untuk mengikuti sekaligus menyemarakkan rangkaian kegiatan Muktamar.
Lebih dari sekadar forum organisasi, momentum ini menjadi perayaan atas perjalanan panjang sebuah tradisi yang terus hidup dan berkembang dari generasi ke generasi.
Behaestex Turut Hadir dalam Muktamar NU ke-35
Bagi Behaestex, Muktamar NU ke-35 menjadi momentum yang memiliki makna khusus.
Sarung telah lama memiliki kedekatan dengan kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya dalam lingkungan pesantren dan tradisi keagamaan. Sarung tidak hanya menjadi bagian dari busana, tetapi juga telah melekat dalam berbagai aktivitas sosial dan budaya masyarakat.
Sebagai perusahaan yang telah mendedikasikan perjalanan panjangnya dalam menghasilkan sarung berkualitas, Behaestex melihat Muktamar NU ke-35 sebagai momentum yang tepat untuk turut hadir dan mengambil bagian dalam perayaan tersebut.
Kehadiran Behaestex bukan sekadar untuk menyaksikan sebuah perhelatan besar, tetapi juga untuk memberikan persembahan yang merepresentasikan hubungan erat antara sarung, tradisi, dan kehidupan masyarakat Indonesia.
Dari semangat itulah kemudian lahir sebuah karya khusus untuk Muktamar NU ke-35.
Sarung BHS × Muktamar NU ke-35: Karya Eksklusif untuk Sebuah Momentum Istimewa
Dalam rangka memperingati sekaligus turut memeriahkan Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35, Behaestex menghadirkan sebuah karya yang dibuat secara khusus, yaitu Sarung BHS × Muktamar NU ke-35.
Sarung ini merupakan produk eksklusif yang dipersembahkan khusus untuk momentum Muktamar NU ke-35. Kehadirannya menjadi bentuk apresiasi sekaligus partisipasi Behaestex dalam salah satu perhelatan penting dalam perjalanan Nahdlatul Ulama.
Produk ini tidak dibuat sebagai bagian dari koleksi reguler. Kehadirannya secara khusus diperuntukkan untuk memperingati Muktamar NU ke-35, menjadikannya sebuah karya yang memiliki keterikatan langsung dengan momentum penyelenggaraan Muktamar tahun ini.
Melalui Sarung BHS × Muktamar NU ke-35, Behaestex ingin menghadirkan sebuah karya yang dapat menjadi bagian dari kenangan atas momentum tersebut sebuah karya yang merepresentasikan semangat untuk menjaga tradisi sekaligus turut merayakan kebersamaan.
Ketika Sebuah Sarung Menjadi Bagian dari Sebuah Perjalanan
Sarung memiliki tempat yang istimewa dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Ia hadir dalam keseharian, di lingkungan pesantren, dalam kegiatan keagamaan, hingga berbagai momen kebersamaan.
Karena itu, ketika sebuah sarung dibuat secara khusus untuk memperingati Muktamar NU ke-35, karya tersebut membawa makna yang lebih luas daripada sekadar produk.
Sarung BHS × Muktamar NU ke-35 menjadi sebuah penanda dari sebuah momentum.
Ia menjadi bagian dari cerita tentang sebuah pertemuan besar yang mempertemukan masyarakat dari berbagai penjuru, sekaligus menjadi bentuk partisipasi Behaestex dalam merayakan perjalanan Nahdlatul Ulama.
Bagi Behaestex, inilah salah satu cara untuk ikut merawat cerita tersebut melalui sebuah karya yang dapat dikenakan, disimpan, dan dikenang.
Merayakan Tradisi, Menenun Kebersamaan
Muktamar NU ke-35 adalah bagian dari perjalanan panjang Nahdlatul Ulama dalam menjaga tradisi, mengembangkan keilmuan, memperkuat kebersamaan, dan menjawab tantangan zaman.
Di tengah momentum tersebut, Behaestex hadir dengan membawa sesuatu yang telah menjadi bagian dari perjalanan budaya Indonesia.
Melalui Sarung BHS × Muktamar NU ke-35, Behaestex mempersembahkan sebuah karya yang dibuat secara eksklusif untuk memperingati dan turut memeriahkan Muktamar NU ke-35.
Sebuah karya yang menjadi bentuk apresiasi, partisipasi, dan penghormatan terhadap sebuah momentum penting dalam perjalanan Nahdlatul Ulama.
Karena pada akhirnya, warisan tidak hanya tentang apa yang kita terima dari masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana kita menjaganya, mengembangkannya, dan menghadirkannya kembali untuk generasi yang akan datang.
