Parenting Islami bukan sekadar mengajarkan anak untuk shalat, mengaji, atau menghafal doa. Lebih dari itu, parenting Islami adalah proses membentuk keimanan, akhlak, dan karakter anak agar tumbuh menjadi pribadi yang bertakwa dan berakhlak mulia. Namun, dalam praktiknya, tidak sedikit orang tua yang tanpa sadar melakukan kesalahan dalam mendidik anak, meskipun niatnya baik.
Di era modern dengan tantangan digital dan perubahan sosial yang cepat, kesalahan dalam parenting Islami dapat berdampak besar pada perkembangan anak. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali kesalahan-kesalahan umum agar dapat menghindarinya dan memperbaiki pola asuh ke arah yang lebih baik.
1. Terlalu Fokus pada Hasil, Mengabaikan Proses
Salah satu kesalahan umum dalam parenting Islami adalah terlalu menuntut hasil instan. Orang tua ingin anaknya cepat shalat tepat waktu, rajin mengaji, dan berakhlak sempurna, namun sering melupakan proses pembelajaran yang bertahap.
Dalam Islam, pendidikan dilakukan secara perlahan dan penuh hikmah. Rasulullah ﷺ tidak memaksa, tetapi membimbing dengan kesabaran. Ketika orang tua terlalu memaksa, anak justru bisa merasa tertekan dan menjauh dari nilai agama.
Solusi: Fokus pada proses pembiasaan dan keteladanan, bukan hanya target hasil.
2. Kurangnya Keteladanan dari Orang Tua
Anak adalah peniru ulung. Kesalahan besar dalam parenting Islami adalah ketika orang tua banyak menasihati, tetapi tidak memberi contoh. Misalnya, menyuruh anak shalat tepat waktu, tetapi orang tua sendiri sering menunda shalat.
Ketidaksesuaian antara ucapan dan perbuatan dapat membuat anak bingung dan kehilangan rasa hormat terhadap nasihat orang tua.
Solusi: Jadikan diri sebagai teladan utama dalam ibadah, akhlak, dan sikap sehari-hari.
3. Menggunakan Agama sebagai Alat Menakut-nakuti
Sebagian orang tua mendidik anak dengan cara menakut-nakuti, seperti ancaman neraka, azab, atau dosa, tanpa menyeimbangkan dengan kasih sayang Allah. Cara ini bisa membuat anak tumbuh dengan rasa takut berlebihan, bukan cinta kepada agama.
Islam adalah agama rahmat. Pendidikan yang hanya berfokus pada hukuman dapat menjauhkan anak dari nilai spiritual.
Solusi: Seimbangkan antara targhib (motivasi) dan tarhib (peringatan), serta tanamkan cinta kepada Allah.
4. Kurang Mendengarkan Perasaan dan Pendapat Anak
Kesalahan lain dalam parenting Islami adalah menganggap anak tidak perlu didengarkan karena masih kecil. Padahal, Rasulullah ﷺ selalu menghargai perasaan anak-anak dan memperlakukan mereka dengan penuh empati.
Anak yang tidak didengarkan akan cenderung menutup diri dan mencari pelarian di luar rumah atau dunia digital.
Solusi: Bangun komunikasi dua arah yang hangat dan penuh penghargaan.
5. Tidak Menyesuaikan Pola Asuh dengan Zaman
Parenting Islami bersifat fleksibel dalam metode, meskipun nilai dasarnya tetap. Kesalahan yang sering terjadi adalah menggunakan pola asuh lama tanpa menyesuaikan dengan tantangan zaman, seperti teknologi dan media sosial.
Anak di era digital membutuhkan bimbingan khusus agar dapat menggunakan teknologi secara bijak sesuai nilai Islam.
Solusi: Orang tua perlu terus belajar dan memahami dunia anak agar dapat mendampingi dengan tepat.
6. Terlalu Keras atau Terlalu Longgar
Pola asuh yang terlalu keras dapat membuat anak memberontak, sedangkan pola asuh yang terlalu longgar membuat anak kurang disiplin. Keduanya merupakan kesalahan dalam parenting Islami.
Islam mengajarkan keseimbangan antara ketegasan dan kelembutan. Rasulullah ﷺ dikenal tegas dalam prinsip, namun lembut dalam pendekatan.
Solusi: Terapkan aturan yang jelas, konsisten, dan penuh kasih sayang.
7. Mengabaikan Pendidikan Akhlak
Sebagian orang tua lebih fokus pada prestasi akademik dibandingkan akhlak. Padahal, tujuan utama pendidikan Islam adalah membentuk akhlak yang mulia.
Anak yang pintar namun tidak berakhlak baik akan kesulitan menghadapi kehidupan sosial dan spiritual.
Solusi: Jadikan akhlak sebagai fondasi utama dalam pendidikan anak.
8. Kurangnya Doa dalam Mendidik Anak
Kesalahan yang sering terlupakan adalah kurangnya doa orang tua untuk anak. Padahal, doa merupakan kekuatan utama dalam parenting Islami.
Tanpa melibatkan Allah dalam proses pendidikan, usaha orang tua akan terasa berat dan kurang berkah.
Solusi: Biasakan mendoakan anak setiap hari, baik secara langsung maupun dalam sujud.
Kesalahan dalam parenting Islami bukanlah akhir dari segalanya. Setiap orang tua pasti pernah melakukan kekeliruan. Yang terpenting adalah kesadaran untuk memperbaiki diri dan terus belajar.
Dengan menghindari kesalahan umum dalam parenting Islami, orang tua dapat menciptakan lingkungan keluarga yang penuh cinta, iman, dan keberkahan. Anak pun akan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak mulia.