Peristiwa Isra Mi’raj merupakan salah satu kejadian paling agung dalam sejarah Islam. Tidak hanya menjadi bukti kebesaran Allah SWT dan kemuliaan Rasulullah SAW, Isra Mi’raj juga membawa pesan spiritual yang sangat mendalam bagi umat Islam. Lebih dari sekadar peristiwa historis, Isra Mi’raj adalah momentum penting untuk memperbaiki kualitas ibadah, khususnya salat sebagai tiang agama.
Setiap peringatan Isra Mi’raj seharusnya menjadi waktu refleksi diri: sejauh mana ibadah yang kita lakukan benar-benar mendekatkan diri kepada Allah SWT? Apakah ibadah kita hanya sebatas rutinitas, atau sudah menghadirkan kekhusyukan dan perubahan akhlak?
Makna Peristiwa Isra Mi’raj
Pengertian Isra Mi’raj
Secara bahasa, Isra berarti perjalanan malam hari, sedangkan Mi’raj berarti naik. Isra Mi’raj adalah perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan naik ke Sidratul Muntaha dalam satu malam atas kehendak Allah SWT.
Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur’an, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Isra ayat 1, yang menegaskan kekuasaan-Nya dan kebenaran perjalanan Nabi Muhammad SAW.
Isra Mi’raj sebagai Ujian Keimanan
Isra Mi’raj juga menjadi ujian keimanan bagi umat Islam. Tidak semua orang mampu menerima peristiwa ini dengan logika semata. Namun, bagi orang beriman, Isra Mi’raj mengajarkan bahwa iman berada di atas rasio, dan kekuasaan Allah SWT tidak terbatas oleh hukum manusia.
Salat: Inti Pesan Isra Mi’raj
Kewajiban Salat Lima Waktu
Salah satu hikmah terbesar Isra Mi’raj adalah diturunkannya perintah salat lima waktu. Berbeda dengan ibadah lain yang disampaikan melalui wahyu di bumi, perintah salat diterima langsung oleh Rasulullah SAW di langit. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya salat dalam kehidupan seorang Muslim.
Salat bukan sekadar kewajiban, melainkan sarana komunikasi langsung antara hamba dan Tuhannya.
Kualitas Salat Lebih Utama dari Kuantitas
Momentum Isra Mi’raj mengingatkan umat Islam untuk tidak hanya menjaga jumlah salat, tetapi juga meningkatkan kualitas salat. Salat yang berkualitas adalah salat yang dilakukan dengan:
-
Niat yang ikhlas karena Allah SWT
-
Kekhusyukan hati dan pikiran
-
Pemahaman terhadap bacaan salat
-
Konsistensi dalam menjalankan salat tepat waktu
Salat yang baik akan mencegah perbuatan keji dan mungkar serta membentuk akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Isra Mi’raj sebagai Momentum Evaluasi Ibadah
Memperbaiki Hubungan dengan Allah SWT
Isra Mi’raj mengajarkan pentingnya hablum minallah, yaitu hubungan yang kuat antara manusia dan Allah SWT. Ibadah seperti salat, zikir, membaca Al-Qur’an, dan doa harus menjadi kebutuhan ruhani, bukan sekadar kewajiban formal.
Dengan menjadikan Isra Mi’raj sebagai momen introspeksi, umat Islam dapat memperbaiki niat dan kesungguhan dalam beribadah.
Dampak Ibadah terhadap Akhlak
Ibadah yang berkualitas akan tercermin dalam perilaku sehari-hari. Jika seseorang rajin beribadah namun masih mudah berbuat zalim, berkata kasar, atau menyakiti orang lain, maka ibadahnya perlu dievaluasi.
Isra Mi’raj mengingatkan bahwa tujuan ibadah bukan hanya menggugurkan kewajiban, tetapi membentuk pribadi yang berakhlakul karimah.
Hikmah Isra Mi’raj dalam Kehidupan Modern
Menjaga Konsistensi Ibadah di Tengah Kesibukan
Di era modern yang penuh kesibukan, banyak umat Islam lalai dalam menjaga ibadah. Isra Mi’raj menjadi pengingat bahwa sesibuk apa pun aktivitas dunia, salat dan ibadah tidak boleh ditinggalkan.
Manajemen waktu yang baik dan kesadaran spiritual sangat diperlukan agar ibadah tetap terjaga di tengah tuntutan pekerjaan dan kehidupan sosial.
Membangun Spiritualitas yang Seimbang
Isra Mi’raj juga mengajarkan keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Umat Islam didorong untuk aktif, produktif, dan bermanfaat di dunia, tanpa melupakan tujuan akhir yaitu ridha Allah SWT.
Cara Menjadikan Isra Mi’raj sebagai Titik Perubahan
Agar peringatan Isra Mi’raj tidak hanya bersifat seremonial, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
-
Memperbaiki salat, baik dari segi waktu maupun kekhusyukan
-
Menambah ibadah sunnah, seperti salat malam dan puasa sunnah
-
Memahami makna bacaan salat agar lebih khusyuk
-
Meningkatkan akhlak dan kepedulian sosial
-
Konsisten dalam beribadah, tidak hanya saat momen tertentu
Langkah-langkah ini dapat menjadikan Isra Mi’raj sebagai awal perubahan menuju pribadi Muslim yang lebih baik.
Isra Mi’raj bukan sekadar peristiwa monumental dalam sejarah Islam, melainkan momentum spiritual untuk memperbaiki kualitas ibadah. Melalui peristiwa ini, umat Islam diajak untuk kembali meneguhkan iman, meningkatkan kualitas salat, dan memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga peringatan Isra Mi’raj mampu menjadi titik balik bagi kita semua untuk menjadi hamba Allah SWT yang lebih taat, ikhlas, dan istiqamah dalam beribadah. Aamiin.