Tawakal, sebuah konsep dalam Islam yang mengandung makna kepercayaan dan penyerahan sepenuhnya kepada Allah SWT. Dalam prakteknya, tawakal seringkali dianggap sebagai sikap pasrah tanpa usaha. Namun, dalam ajaran Islam, tawakal sebenarnya tidak terlepas dari ikhtiar, usaha yang sungguh-sungguh dalam mencapai tujuan. Sebagai manusia yang dianugerahi akal dan kemampuan, penting untuk memahami bahwa tawakal yang sejati tidak terwujud tanpa usaha ikhtiar yang terbaik.

Tawakal dan Ikhtiar: Dua Sisi dari Satu Kesatuan

Dalam agama Islam, tawakal dan ikhtiar tidak dipandang sebagai dua hal yang bertentangan, melainkan sebagai dua sisi dari satu kesatuan yang utuh. Tawakal adalah sikap hati yang mengandalkan Allah SWT sepenuhnya, sementara ikhtiar adalah upaya sungguh-sungguh untuk mencapai tujuan dengan menggunakan segala kemampuan dan sumber daya yang dimiliki.

Allah SWT dalam Al-Qur'an menyatakan, "Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang dengan mereka, agar dengan kekuatan itu kamu menakut-nakuti musuh Allah dan musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; tetapi Allah mengetahuinya." (QS. Al-Anfal: 60)

Dari ayat tersebut, dapat dipahami bahwa Islam mendorong umatnya untuk berikhtiar dengan sungguh-sungguh, namun pada akhirnya meletakkan kepercayaan sepenuhnya kepada Allah SWT.

Ikhtiar yang Terbaik sebagai Wujud Tawakal yang Sejati

Ikhtiar yang terbaik bukanlah sekadar melakukan usaha dengan sembrono atau setengah hati. Sebaliknya, ikhtiar yang terbaik adalah melakukan segala upaya dengan penuh kesungguhan, kecermatan, dan keikhlasan, sambil tetap mengandalkan pertolongan dan petunjuk dari Allah SWT.

Misalnya, seseorang yang ingin mendapatkan pekerjaan tidak cukup hanya berdoa tanpa mengirimkan lamaran pekerjaan atau meningkatkan keterampilan dan kualifikasi diri. Dia perlu melakukan ikhtiar dengan mengirimkan lamaran pekerjaan ke berbagai perusahaan, mempersiapkan diri dengan kualifikasi yang memadai, dan menjalani proses seleksi dengan sebaik mungkin. Semua itu dilakukan dengan keyakinan bahwa hasil akhirnya ada di tangan Allah SWT.

Penutup

Dalam Islam, tawakal dan ikhtiar tidak bisa dipisahkan. Tawakal yang sejati hanya dapat dicapai melalui ikhtiar yang terbaik. Ketika seseorang melakukan segala upaya dengan sungguh-sungguh sambil tetap memohon pertolongan Allah SWT, maka itulah wujud dari tawakal yang sejati. Dengan memahami konsep ini, umat Islam diharapkan dapat menghadapi setiap ujian dan tantangan dalam hidup dengan sikap yang penuh kepercayaan kepada Allah SWT dan usaha yang sungguh-sungguh.